Berita Utama

Ruang PKM Tak Layak, Ormawa Turun Tangan

Written by derap_online
Wajah Ruang PKM Anyar

Wajah Ruang PKM Anyar

 

Tahun ajaran baru, ruang Pusat Kegiatan Mahasiswa baru. Itulah yang dibayangkan organisasi mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa  dan seluruh mahasiswa Universitas Esa Unggul. Mengingat ruang PKM lama, yang berada di lantai 1 dan 2 gedung Holiqraus, akan beralih fungsi.

Mahasiswa berharap agar ruang PKM anyar lebih layak dari sebelumnya. Hal tersebut dikarenakan, banyak mahasiswa mengeluhkan suhu dan sirkulasi udara di dalam PKM sebelumnya kurang baik.

Namun tak dinyana, realita yang terjadi jauh dari ekspektasi mahasiswa selama ini. Perlu diketahui, masing-masing ruangan di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa anyar hanya mampu menampung tak lebih dari tiga orang.

Ukuran masing-masing ruangan Ormawa dan UKM hanya seluas 2×1 meter. Belum lagi, sekat pemisah masing-masing ruangan hanya berkisar setinggi perut orang dewasa, serta tidak berpintu.

Denah Tata Letak Ruang PKM Anyar

Denah Tata Letak Ruang PKM Anyar

“Kita pasti punya barang inventaris yang harus disimpan di ruang PKM, agar mudah dicari setiap dibutuhkan, seperti printer, toak, speaker active dan lain-lain. Kalau keadaan ruangan nya seperti ini, keamanan dan privasi kita akan terganggu,” ujar Anggota BEM Fikom Roby, ketika ditemui di Danau Esa Unggul pada Jumat (6/10).

Jika dibandingkan dengan ruang PKM yang lama, ruang PKM yang baru sangat jauh dari kata layak. Dengan ruang yang sempit, tentu mahasiswa akan kesulitan mengekspresikan potensi diri dengan maksimal.

“PKM adalah Pusat Kegiatan Mahasiswa, dimana mahasiswa dapat berdiskusi dan berekspresi di dalamnya,” ujar Presiden Mahasiswa Universitas Esa Unggul Zaki Rabbani,  di Kantin Esa Unggul, Jumat (6/10).

Saat ini, Ormawa dan UKM tidak memiliki tempat bernaung. Sebab, ruang PKM yang lama telah dikosongkan sejak pertengahan September lalu, sementara ruang PKM anyar masih belum bisa ditempati. Dengan demikian, mayoritas Ormawa berinisiatif mengadakan rapat di sekitar danau, selasar Gedung Fakultas Desain dan Industri Kreatif, dan di beberapa tempat lain. Hal tersebut tentu membuat suasana rapat tidak kondusif, disebabkan banyaknya mahasiswa berlalu-lalang.

Menyikapi hal tersebut, perwakilan setiap Ormawa berkonsolidasi untuk melakukan pertemuan dengan pihak kampus, bersamaan dengan rapat AIPT pada pertengahan September lalu. Pada pertemuan itu, mahasiswa menyampaikan kekecewaannya, karena pihak kampus tidak melibatkan mahasiswa dalam pembangunan ruang PKM yang baru.

“Seharusnya, kan, kita sebagai mahasiswa dilibatkan, apalagi ini berhubungan dengan ruang berekspresi dari mahasiswa,” tegas Zaki.

Bahkan, dalam petemuan pada pertengahan September yang lalu itu, mahasiswa menyampaikan solusi nya dengan memberikan maket yang dibuat sendiri oleh mahasiswa kepada pihak kampus. “Kita berikan maketnya. Kita yang ukur sendiri ke pkm yang baru. Kita jadi arsitek dadakan hari itu,” ungkap Zaki.

Namun, pihak kampus mengaku mengejar target pembangunan, agar ruang PKM rampung sebelum Visitasi Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi. Hal tersebut bertambah pelik, ketika melihat prosesi pembangunan ruang PKM yang berada di Gedung Kantin anyar masih dalam tahap renovasi hingga kini.

 “Saya mendengar bahwa pihak universitas berjanji akan merenovasi ulang Ruang PKM setelah AIPT usai,” tutup Zaki.

 

Rep: Millah Nurnabilah/Ed: Alfridho Yuliananda

About the author

derap_online

Leave a Comment

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.