Berita Utama

Minimnya Sosialisasi, Timbulkan Kepanikan Masyarakat

Written by derap_online
Antrean yang mengular di gerai Samsat Kelapa Dua Tangerang, karena masyarakat ingin mengurus administrasi kendaraan bermotor mereka setelah isu penaikan tarif dan pajak kendaraan.

Antrean yang mengular di gerai Samsat Kelapa Dua Tangerang, karena masyarakat ingin mengurus administrasi kendaraan bermotor mereka setelah isu penaikan tarif dan pajak kendaraan.

Penaikan tarif dalam pengurusan administrasi kendaraan bermotor, menimbulkan kepanikan masyarakat. Akibat kurangnya sosialisasi, terjadi pertukaran informasi yang simpang siur. Masyarakat pun buru-buru menggeruduk gerai Samsat.

Berdasar pantauan koresponden Derap. di salah satu gerai Samsat di Tangerang, (5/01), sejak jam awal jadwal dibukanya gerai Samsat Kelapa Dua, Tangerang, masyarakat sudah mengantre untuk membayar pajak kendaraan mereka.  Adanya pemberitaan penaikan tarif pengurusan STNK yang akan dilaksanakan pada 6 Januari membuat masyarakat ketakutan.

Akibatnya, mereka memenuhi gerai Samsat Kelapa Dua Tangerang, hingga antrean mengular sampai ke jalan. Gerai Samsat yang seharusnya sudah tutup sejak pukul 15.00 WIB, harus menambah jam ekstra operasional, hingga pukul 17.00 WIB untuk melayani pembayaran pajak kendaraan. Pada hari tersebut, gerai Samsat memperpanjang waktu pembayaran pajak sampai pukul 19.00 WIB. “Kalau misalkan naiknya pajak sampai 100% kan lumayan banyak, saya sih kesel sebagai masyarakat karena gaji enggak seberapa tapi pajak tinggi banget naiknya,” ujar Lelly, salah satu warga yang ikut mengantre. Banyak masyarakat yang salah kaprah, mengira pajak STNK akan naik sebesar 100%, padahal yang naik bukanlah pajaknya, melainkan beberapa perintilan administrasinya seperti,

Penerbitan STNK, awalnya Rp 50 ribu naik menjadi Rp 100 ribu.

Pengesahan setelah membayar pajak, dari gratis menjadi RP 25 ribu.

Pembuatan plat nomor, dari Rp 30 ribu naik menjadi Rp 60 ribu.

Mutasi, dari Rp 75 ribu kini Rp 150 ribu.

Penerbitan BPKB baru atau balik nama, sebelumnya Rp 80 ribu menjadi Rp 225 ribu.

Naiknya biaya kendaraan berkisar 100 sampai dengan 300 persen ini perlu disosialisasikan lagi kepada masyarakat, agar tidak terjadi kesalah pahaman dalam menerima informasi.

Pengirim

Kadek Luxiana

About the author

derap_online

Leave a Comment

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

%d bloggers like this: