Berita Utama

Menjelang Lengser, Eksekutif Desak Rektorat

Written by derap_online

 

images (5)

 

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Esa Unggul mengadakan perumusan eskalasi gerakan dan tuntutan dengan seluruh jajaran Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas di Sekretariat  BEM UEU, pada Kamis (4/5). Hal itu bertujuan untuk menuntut pihak rektorat menghapus sistem bayar penggunaan Aula Kemala sebagai fasilitas kegiatan mahasiswa.

Hasil dari konsolidasi tersebut, yakni menuntut pihak rektorat meningkatkan alokasi anggaran kegiatan kemahasiswaan yang dirasa belum dapat mengoptimalkan kegiatan organisasi kampus. Selain itu, tuntutan lain yang dilontarkan kepada rektorat berupa penghentian komersialisasi fasilitas kampus dan pembebasan ruangan 207, juga Aula Kemala untuk kegiatan mahasiswa.

Lembaga eksekutif seluruh kampus emas menuntut agar rektorat segera mencabut pemungutan biaya sewa Aula. Sebab, dalam brosur pemasaran dan pendaftaran kampus, Aula Kemala produk yang ‘dijual’ eksistensinya sebagai fasilitas teralokasi biaya berkuliah.

Dalam tuntutan itu pula, BEM Se-UEU akan menyiapkan gerakan seluruh organisator KBM UEU untuk melancarkan aksi sebagai upaya memperjuangkan asipirasi.

Konsolidasi yang dilakukan para petinggi lembaga kemahasiswaan tersebut merupakan hasil dari aspirasi yang direspon pasif oleh pihak rektorat. Aspirasi yang sebelumnya sudah pernah dilontarkan pada acara Silaturrahmi Pimpinan BEM bersama Rektorat 2 November lalu, serta pada Ramah Tamah antara BEM dan Rektorat dua minggu setelahnya, dinilai angin lalu.

Pada dua acara itu, pihak rektorat memang menyatakan akan mempertimbangkan persoalan biaya penggunaan Aula Kemala. Namun, jawaban belum kunjung datang. Hingga pada 13 April, BEM UEU mengirimkan surat langsung kepada rektorat terkait tindak lanjut keputusan rektorat dalam mempertimbangkan ulang biaya penggunaan Aula, belum juga ada tanggapan positif dari pihak rektorat.

Ujungnya, kemarin dengan diadakannya konsolidasi tersebut, BEM Se-UEU mendesak rektorat untuk menanggapi dan mengambil kebijakan atas tuntutan demi pembenahan kualitas kegiatan mahasiswa. Dalam konsolidasi yang difasilitasi oleh BEMU di Sekretariat BEMU tersebut, beberapa petinggi lembaga eksekutif hadir.

Nama-nama seperti Ade Sulaiman (BEM Fasilkom), Arifin A.S (BEM FEB), Usep Saepudin (BEM Teknik), Zaky Rabbani (BEM Hukum), Ilham Fatria (BEM Fisioterapi), Noviana N (BEM Fikes), dan Meidy (BEM Psikologi) turut serta dalam konsolidasi tersebut. Hanya tiga fakultas yang berhalangan hadir dalam konsolidasi, yakni perwakilan dari Fakultas Desain dan Industri Kreatif, Fakultas Ilmu Komunikasi, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Baca Juga: Bukan saatnya Lagi Eksekutif Bisu

Rep: Dinda Shabrina/Ed: Alfridho Yuliananda

About the author

derap_online

Leave a Comment

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

%d bloggers like this: